Menjaga untuk yang Terjaga

Saat aku memutuskan untuk ber hijrah saat itulah banyak rasa yang harus aku lepaskan.

Bahkan aku tidak tahu makna dari kata hijrah itu seperti apa, yang kutahu hijrah bagiku kembali saat aku mulai salah melangkah, belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan meinggalkan segala apa yang dilarangNya.

Enam tahun lalu aku dikenalkan olehNya dengan lelaki yang menurutku baik untuk menjadi seorang teman, satu tahun berlalu kami tetap dekat layaknya seorang kawan terbaik. Tapi rasa ini ternyata berubah kami lebih sering mengirim pesan singkat dari biasanya pagi-siang-malam menjadi jadwal kami berbincang saat mata tak bisa bertatap kami pun lebih sering berjalan berdua atau hanya sekadar duduk diatas motor menelusuri Kota Hujan yang kala itu sudah larut malam, dia menjadi satu-satunya lelaki yang selalu kubawa dengan lembut namanya saat aku berdoa lalu kudiskusikan ia dengan Rabbku.

Waktu terus berputar dan keadaanpun berubah saat lelaki itu memutuskan untuk meninggalkan Kota Hujan untuk mengejar cita dan harapnya, saat itu kami masih menjadi seorang teman kami berkomitmen untuk tidak memiliki hubungan tapi kami mengerti perasaan kami satu sama lain. Tahun pertama kami berbeda dengan sebelumnya kami lebih sering mengirimkan pesan singkat dan melihat wajah kami didalam ponsel kami tertawa bersama hanya dibatasi layar ponsel kami tak bisa duduk lagi diatas motor kami tak bisa lagi mengelilingi Kota Hujan dan kami mulai tak bisa lagi merasakan hangatnya Kota Bogor secara bersamaan.

Dua tahun berlalu ternyata dia lebih memilih pergi meninggalkan rasaku sendirian, rupanya dia lupa kami pernah melangitkan doa disepertiga malam, mungkin hanya aku yang memohon kepadaNya agar ia tetap bersamaku. Sejak hari itu, hari dimana ia pergi tanpa sedikitpun kata yang terucap aku memutuskan untuk berhenti menyebut nama oranglain didalam doaku dan sejak hari itu pula aku mulai melepas rasa yang tak seharusnya terjadi tak ada cinta yang harus kuperjuangkan tak ada rasa yang harus kupertahankan.

Biarkan rasa ini tumbuh dengan sewajarnya dari Hamba untuk Penciptanya aku percaya Allah punya cara terbaik untuk hambanya yang selalu mengingatnya, aku percaya akan ada dimana seseorang yang tanpa kusebut namanya memperjuangkan aku didalam doanya, aku percaya orang itu yang Allah tuliskan dengan indah di Lauhul Mahfuz akan datang membawa bunga kebahagiaan untuk aku yang selalu menunggunya dengan lantunan doa terindahku.

Untukmu calon imamku, semoga kau tetap baik disana.
Karena yang menjaga untuk yang terjaga
Aku baik disini semoga kau baik disana.

Kota Hujan

7 Januari 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Sendu Kotaku

Bertabur Doa

Tokoh Legendaris