Tokoh Legendaris

Halo apa kabar?
Rasanya sudah lama sekali ya kita tidak berbincang dengan tawa yang sangat menyenangkan.

Tenang, tenang saja.
Aku tidak akan memintamu untuk kembali.
Bagaimana pun sesuatu yang telah pergi akan berbeda jika terulang kembali.
Aku hanya rindu, tidak kurangan dan tidak berlebihan.

Kamu ingat tidak?
Perihal mimpi kita yang pernah kita tulis dalam angan semesta untuk bisa membelah hutan belantara bersama, rupanya tak akan terwujud.
Menikmati pergantian malam dan pagi dari atas puncak gunung juga tak akan jadi nyata.

Entahlah.
Entah itu benar-benar mimpi kita atau hanya aku yang berharap saja.

Aku ingat sekali saat kita berjanji untuk mengunjungi Mahameru kala itu, kau yang sangat antusias dan pada akhirnya aku hanya berjalan sendiri, mengunjungi Mahameru dan menitipkan namamu dalam bingkai lengkuk awan yang kebiru-biruan, percayalah didalam hati saat itu aku menyebut namamu.
Ya, nama yang semakin lama semakin memudar.
Suara yang dulu jelas kudengar kini kian meredup.

Mungkin sudah saatnya aku mengikhlaskanmu, membuka lembaran baru agar semesta bisa melanjutkan kisah lainnya untukku.

Dan kamu.
Akan tetap menjadi tokoh legendarisku, dalam cerita yang mungkin akan kukenang hingga sampai kapanpun.


Dan jika esok kita bertemu lagi.
Tidak perlu memalingkan wajahmu dariku.
Kau hanya perlu tersenyum, hingga aku bisa berlari mengejar kisahku yang tertunda.

Terima kasih, untuk segala pelajaran yang kau berikan untukku.
Tetaplah menjadi seperti yang kukenal.
Berbahagialah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Sendu Kotaku

Bertabur Doa