Berjuang Sendirian

Aku baru saja melihat sendiri betapa perasaan bisa sebegitu menyakitkan.
Ada yang pernah bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. Kukira itu tak sepenuhnya benar. Seringkali, jatuh cinta justru menyenangkan.
Mau kuberi tahu apa yang paling menyakitkan?
Yaitu, berjuang sendirian.

Kenapa?
Aku tau bagaimana rasanya berjuang sendirian.
Aku adalah orang yang masih saja memperjuangkan rasa itu, Karena aku mengerti bahwa rasa yang aku miliki harus kuperjuangkan walau harus berdiri sendirian, menyelamatkan sisa-sisa masa lalu yang sudah kau tenggelamkan jauh ke dasar lautan. Maafkan aku, yang mungkin tanpa kusadari telah menjadikan kenangan sebagi rumah.

Aku telah melihatmu bahagia dengan dia yang mungkin telah menjadi rumah untukmu. Hari ini dan seterusnya aku memutuskan untuk benar-benar berhenti mengejar. Maafkan aku yang mungkin terlalu ikut campur aku tahu bahwa tidak ada paksaan untuk perasaan (meski dalam banyak kejadian cinta justru bisa datang Karena dipaksa). Saat ini aku turut bahagia melihatmu berjalan beriringan dengannya.

Tidak mengapa aku selalu berharap kau bahagia, berdoa agar Tuhan selalu baik padamu. Kau yang tahu kebahagiaanmu sendiri, kan? Maka kaulah satu-satunya yang pantas mengejar apa yang kaukira terbaik bagimu. Kejar dan berlari lah biarkan aku disini disudut kota hujan yang penuh dengan rasa yang telah kau titipkan padaku

P.s.: Hai Bung, Ibuku selalu bilang bahwa cinta adalah kata kerja. Cinta adalah perbuatan, kau tahu. Bukan sekadar kata-kata indah. Bukan pula merupa janji-janji manis yang memuakkan. Cinta adalah pembuktian.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Sendu Kotaku

Bertabur Doa

Tokoh Legendaris