Dua Puluh Tiga

Yaa Rabbi..

Ku ucap syukur yang teramat dalam kepadaMu.
Terima kasih atas nikmat yang selalu hadir dalam hari dan hatiku selama ini.

Teruntuk yang tersayang, diriku sendiri.
Terima kasih telah menjadi kuat selama ini.
Terima kasih telah menjadi baik akhir-akhir ini.

Dua puluh tiga..
Angka yang cukup matang menurut sebagian orang.
Tetapi berbeda denganku.
Banyak hal-hal baru yang harus aku pelajari.
Menerima, memberi dan memahami.
Terkadang hal sesederhana itu yang sampai detik ini bahkan sering ter-abaikan.

Dua puluh tiga..
Mah, Yah.
Terima kasih telah memberiku banyak pelukan selama ini.
Bahkan sampai detik inipun aku masih belum bisa mengembalikan peluk yang hangat itu.
Terima kasih telah berdoa untuk kebahagiaanku.
Terima kasih telah membantuku kuat hingga detik ini.
Semoga Allah menghadiahkan Surga tanpa hisab untuk Ayah dan Mama kelak.
Agar kita bisa berkumpul kembali di SurgaNya.

Dua puluh tiga..
Semoga menjadi pribadi yang selalu bisa membahagiakan semua orang.
Semoga selalu dikuatkan dalam rintangan apapun.
Semoga selalu dalam lindungan Allah dan ada dalam keberkahanNya.

Dua Puluh Tiga..
Tidak ada kata selamat, hanya mengucap syukur alhamdulillah untuk nikmat yang tidak pernah berhenti.

Bogor.
03/10/1997.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Sendu Kotaku

Bertabur Doa

Tokoh Legendaris