Dua Sisi, Saling Mengerti


Wanita tak terbiasa untuk memulai.
Lelaki jua tak selalu piawai pandai
Seandainya ia menempuh lorong di ujung perangai
Tentu itu lebih ringan meski tak kunjung sampai.

Menunggu seraya tersenyum menantikan kebahagiaan itu datang dengan lantunan doa terindah menunggu bahagianya kembali pulang.

Pelangi gembira memang patut ditunggu
Namun ambigu jika harus berharap masa lalu.

Maka dari sana,
Ajarkan aku tentang mencari titik cahaya
Di bawah satu purnama, dirgantara gempita.

Dan jika kau izinkan, bawa aku menuju ketempat Sang Surya bertakhta.
Agar aku mengerti nikmat hangatnya pelukan sang mentari
Jika senyummu tak lagi kugenggam, mentari akan tetap menjadi pelukan terhangat untukku.

Kota Hujan, 
19 April 2018.

Oleh: @alik_pedia & @aksaranirwana
#Kolaborasi #Bareng #Jurnalis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Sendu Kotaku

Bertabur Doa

Tokoh Legendaris