Tetap Bersinar, Mentariku


Ada rasa yang masih kugenggam erat, setelah kepergianmu semua benar-benar berbeda.
Tidak ada satu orangpun yang bisa mengerti aku sebaik kamu, karena kamu satu-satunya orang yang Allah kirimkan untukku saat itu walaupun aku hanya bisa memilikimu sebentar saja.

Orang lain tak bisa memberikan kulit dalam daging ayam, tapi kamu bisa.
Orang lain tak bisa memberikan waktu luangnya untukku, tapi kamu bisa.
Orang lain tak bisa tertawa saat lawakanku tidak lucu, tapi kamu bisa.
Orang lain tak  bisa memanggil aku dengan nama yang aneh, tapi kamu bisa.

Aku mencarimu di dalam diri orang lain tapi tidak ada yang benar-benar sama, aku yang aneh.
Tidak ada satu orangpun yang mempunyai kebiasaan yang sama walaupun mereka saudara kembar. Benar begitu?

Tapi aku tetap saja mencarimu, sudah lama sejak kau pergi bersama tawa yang kau anggap rumah.
Dan saat ini aku akan berhenti mencarimu di dalam diri orang lain, aku akan berusaha menutup dalam-dalam rasa itu.
Aku akan belajar membuka hati untuk seseorang yang mampu membuat tawa menjadi kebahagiaan dan tentu saja aku tau, itu bukan kamu.

Tetaplah berbahagia, di manapun kamu.
Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu
Bersinarlah hingga orang lain tak mampu melihat duka yang kau rasakan itu
Jangan lupa doakan aku
Agar aku bisa tetap bersinar tanpa hadirnya dirimu.


Bogor, 8 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Sendu Kotaku

Bertabur Doa

Tokoh Legendaris