Ma Fi Qalbi Ghairullah

Ada hati yang masih ku genggam erat
Laksana mentari pagi
Kau adalah satu-satunya hangat yang akan selalu kudekap erat
Mendekap tanpa tahu kapan bisa kulepas rasa itu, rasa yang semakin lama semakin kokoh
Bodohnya aku, sudah selama ini.
Aku masih belum bisa juga untuk jujur pada diriku sendiri

Bahkan saat aku melihat dia berganti-ganti pasangan, melihatnya menangis karena cinta yang ia agung-agungkan lalu tertawa saat cinta yang ia cintai membalas cintanya.
Aku yang hanya perempuan sederhana hanya bisa tersenyum dan mengelus dada sembari berkata Ma Fi Qalbi Ghairullah (Tiada di dalam hatiku kecuali Allah).

Tetaplah bersinar mentari pagiku ada atau tidak adanya cinta yang kau dapat, aku akan tetap disini. Aku tidak bisa memberikanmu rasa, tapi aku bisa meyakinkanmu dengan doa-doa terindah yang aku punya.

Doa ini akan menjadi sayap pelindung untuk mu saat ini dan sampai kapan pun.
Karena aku tidak bisa memberikan hatiku untukmu dan rasa ini juga akan aku kubur dalam-dalam, jika waktu itu tiba.

Saat semesta merestui kita, aku akan tersenyum dengan sepenuh hati menyambut hati yang lama sudah kugenggam erat.

Dan aku percaya jika saat ini aku menjaga hatiku karena-Nya, seperti kisah Sayyidina Ali dan Fatimah bahwa perlu bertahun-tahun bagi Ali untuk memantaskan diri menjadi pendamping hidup Fatimah Azzahra, bahkan Sayyidina Ali pernah mencoba mengikhlaskan bila pada kenyataannya kelak Fatimah memang bukan jodohnya.

Bahwa jodoh adalah cerminan dari dirimu sendiri, maka dari itu aku akan memantaskan diri untuk menjadi pendamping terbaik untukmu di dunia dan juga di surga Nya kelak.


Berbahagialah,
Untuk rasa yang belum kau dapatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Sendu Kotaku

Bertabur Doa

Tokoh Legendaris