Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Surga Yang Aku Rindukan

Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya – “HR.Al Bukhari “Selamat ulang tahun, Bu”, ucap gadis itu seraya masuk ke dalam area taman. Tidak ada reaksi yang dilontarkan oleh wanita tua itu gadis ini mulai duduk dibawah sembari memegang erat tangannya, aku bawakan bunga mawar putih untukmu Bu kau selalu suka dengan mawar putih bukan? Terima kasih Akasia kau adalah satu-satunya permata yang Ibu punya sini peluk Ibumu yang sudah mulai tua ini. Ibu apakah engkau juga sama sepertiku sekarang? Membawakan bunga kesukaan untuk Nenek dulu? Bolehkah kau ceritakan kepadaku Bu? Cerita itu selalu melekat indah didalam ingatanku, langit langit terasa seperti layar hidup dan pagi itu Zahwa masih terlihat sangat mungil, aku duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar bersama Ibu ak...

Menjaga untuk yang Terjaga

Saat aku memutuskan untuk ber hijrah saat itulah banyak rasa yang harus aku lepaskan. Bahkan aku tidak tahu makna dari kata hijrah itu seperti apa, yang kutahu hijrah bagiku kembali saat aku mulai salah melangkah, belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan meinggalkan segala apa yang dilarangNya. Enam tahun lalu aku dikenalkan olehNya dengan lelaki yang menurutku baik untuk menjadi seorang teman, satu tahun berlalu kami tetap dekat layaknya seorang kawan terbaik. Tapi rasa ini ternyata berubah kami lebih sering mengirim pesan singkat dari biasanya pagi-siang-malam menjadi jadwal kami berbincang saat mata tak bisa bertatap kami pun lebih sering berjalan berdua atau hanya sekadar duduk diatas motor menelusuri Kota Hujan yang kala itu sudah larut malam, dia menjadi satu-satunya lelaki yang selalu kubawa dengan lembut namanya saat aku berdoa lalu kudiskusikan ia dengan Rabbku. Waktu terus berputar dan keadaanpun berubah saat lelaki itu memutuskan untuk meninggalkan Kota...

Berjuang Sendirian

Aku baru saja melihat sendiri betapa perasaan bisa sebegitu menyakitkan. Ada yang pernah bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. Kukira itu tak sepenuhnya benar. Seringkali, jatuh cinta justru menyenangkan. Mau kuberi tahu apa yang paling menyakitkan? Yaitu, berjuang sendirian. Kenapa? Aku tau bagaimana rasanya berjuang sendirian. Aku adalah orang yang masih saja memperjuangkan rasa itu, Karena aku mengerti bahwa rasa yang aku miliki harus kuperjuangkan walau harus berdiri sendirian, menyelamatkan sisa-sisa masa lalu yang sudah kau tenggelamkan jauh ke dasar lautan. Maafkan aku, yang mungkin tanpa kusadari telah menjadikan kenangan sebagi rumah. Aku telah melihatmu bahagia dengan dia yang mungkin telah menjadi rumah untukmu. Hari ini dan seterusnya aku memutuskan untuk benar-benar berhenti mengejar. Maafkan aku yang mungkin terlalu ikut campur aku tahu bahwa tidak ada paksaan untuk perasaan (meski dalam banyak kejadian cinta justru bisa datang ...

Tangan TerbaikMu

Jangan mempersalahkan apa yang telah terjadi karna Tuhan mempunyai jalan nya sendiri untuk bisa membahagiakan mu, jika apa yang menurut mu itu membahagiakan bagaimana mungkin itu akan jadi hal yang terbaik untuk mu? Jika tuhan sendiri yang menuliskan nya terkadang itu membuatmu terperosok ke dalam lubang hitam yang sangat gelap tapi percayalah di dalam lubang yang gelap akan ada cahaya terang yang menunggu mu. Semua sudah di tuliskan di Lauhul mahfuz Seperti penulis-penulis skenario manusia pun telah di tulis seluruh perjalanan hidupnya oleh Tuhan. Apa kau tau? Jika hari ini perjalananmu masih membuat mu menangis tunggu saja akhir cerita akan ini akan indah , jika belum kau rasa indah itu berarti masih ada kisah yang masih harus kau perjuangkan. Teruslah melangkah meski tertatih Karena Tuhan tak pernah ingkar. Kota Hujan, 4 Januari 2019