Jejak Persahabatan Di Pulau Jawa
Haii kenalkan nama aku Shinta Puspa Nirwana biasa dipanggil
Shinta, aku terbiasa meninggalkan jejak ku saat aku berumur 15 Tahun saat itu
aku masih duduk di Sekolah Kejuruan di Bogor..
Langsung saja aku ceritakan Bagaimana aku meninggalkan jejak
kaki ku bersama semua Sahabat Terbaik ku..
Pertama kali aku meninggalkan jejak kaki ku yaitu di Taman
Nasional Gunung Halimun Salak, yaa Gunung Salak adalah gunung yang jarang di
takluki oleh orang-orang seperti aku, sebut saja Kami Sembilan Rimbawan yang
berusaha Survival dengan keadaan yang cukup menegangkan kami tidur di dalam
Bivoac Alam yang terbuat dari pepohanan yang ada sekitar kami dan kami pun hanya
tidur berasalaskan Tanah, perjalanan kami saat itu sangat seru dan saat kami
harus makan makanan yang belum pernah kami makan yaitu Bekicot enak sekali itu adalah
salah satu pengalaman Kami yang takkan bisa kami lupakan..
Jejak kaki ku terus melangkah dan berhenti di kaki gunung
salak, saat itu aku merasa tertarik untuk bisa turun dari ketinggian -+ 100
meter di Air Terjun Cimono, apa yang aku rasakan saat itu benar-benar menantang
adrenalin dan semua air yang jatuh dari atas terus mengenai mukaku sampai aku
ditertawai karna saat aku turun dan aku di ayunkan dengan ketinggian 50 meter
saat membayangkan nya lagi aku tidak menyangka bahwa aku bisa turun dari Air
Terjun itu..
Saat ini kaki ku berlari Tanpa kesembilan Sahabatku mungkin
aku akan mencari Sahabat di pelosok Kota ini, dan saat kaki ku berhenti di Perut
Bumi yang Indah menurut ku itu adalah
Goa Gudawang di dalam nya banyak sekali Fauna yang hidup ada Ikan Lele,
Kelelawar dan masih banyak lagi yang aku temukan disana, kita tidak boleh asal
memegang Stalagtit yaitu batuan Indah yang menggantung tumbuh ke bawah karena
pengaruh gravitasi bumi kita juga tidak boleh menginjak Stalagmit yaitu ornamen
yang tumbuh dari lantai goa yang dikarenakan tetesan dari stalagtit yang terus
menumpuk pada satu titik, Indah bukan? Iyaa semua ini diciptakan Tuhan sangat
Sempurna jadi jangan pernah merusaknya..
Lagi-lagi jejak kaki ini terus saja berlari dan pada
akhirnya kaki ini berhenti di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, gunung ini
salah satu Favorit anak-anak Bogor dan sangat Indah, perjalanan ini akan jadi
perjalanan yang paling di nanti oleh semua teman-teman ku, saat itu kami
berjalan pada bulan Desember bulan ini cukup exstream karna sering terjadi
badai di puncak dan juga di alun-alun. Ternyata memang cukup berat bagi kami
karna saat itu sedang terjadi badai yang cukup besar tenda kami pun hampir
terbang padahal kami ada di dalam tenda itu apa badan kami yang terlalu kecil
jadi kami hampir saja terbawa angin, tapi itu cukup membahagiakan karna kami
saling berpegangan dan disitulah kami merasa bahwa kami ini keluarga dan takkan
pernah kami lupakan.. Bulan berikutnya aku kembali menjajakan kaki ku di atas
Gunung Gede Pangrango aku sangat beruntung aku bisa merasakan Indahnya Surga
dunia yang tersembunyi di Bogor, percayalah alun-alun Suryakencana itu sangat
Indah apalagi dengan adanya bunga Edelweiss..
Semakin lama kaki ini semakin bersemangat untuk meninggalkan
jejaknya, kali ini kaki ku meninggalkan jejak ku di Bukit Mandalawangi aku
adalah satu perempuan dari sekian banyak lelaki yang ikut beruntung jadi aku,
saat itu aku lah yang dilindungi oleh delapan lelaki yang menurutku mereka
adalah Sahabat yang paling sangat bisa aku percayai aku seperti ratu saja, yang
biasanya aku membawa cariel tapi saat itu aku hanya membawa diriku saja sungguh
baiknya mereka..
Kaki ini terus berlanjut dan akhirnya sampai di Kaki Gunung
Manglayang Bandung, aku menemukan banyak Teman disana, Lima hari aku berada di
Kaki Gunung Manglayang bisa aku rasakan kekompakan kami bisa diadu walaupun
kami hanya bertemu dalam waktu yang sangat singkat tapi kami bisa merasakan
bahwa teman bisa saja ditemukan dimana saja..
Begitulah ceritaku menyenangkan bukan? Suka duka kami
rasakan bersama, Tak perlu bawa Sahabatmu kemanapun tapi carilah Sabahatmu
dimanapun.. Semakin banyak Teman semakin Indah hidup kita seperti Tuhan yang
menciptakan Langit begitu Indah dan Perut Bumi yang Tak kalah Indah, jadi
jagalah Alam kita karna jika rusak tak akan bisa kembali seperti semula..
Terimakasih sudah membaca karya tulis ku, salam hangat
Shinta..
Komentar
Posting Komentar