Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Gadis Si Pemabuk

Jadi seperti apa negara ini?  Seperti apa penerus bangsa? Seperti apa ibu Kartini di masa depan? Kalau sudah begini siapa yang salah? Apakah kedua orang tua? Para sahabat? Sanak saudara? Tetanggamu? Atau pimpinan negara ini? Tidak! Tak ada yang harus disalahkan dalam masalah seperti ini, yang harus disalahkan adalah hati kecil dan dirinya sendiri jika dia saja tak mencintai dirinya jika dia saja tak menghargai dirinya bagaimana dia bisa menghargai kedua orangtuanya? Apakah dia pernah berfikir jika sedetik saja orangtuanya menyesal memiliki Putri seperti dia? Apa yang harus dibanggakan dari seorang putri pemabuk? Bahkan dalam umur yang masih 15 saja dia sudah memberanikan dirinya untuk bisa memegang botol yang sangat di haramkan agama. Apa dia tak memiliki otak? Hati? Atau Pikiran? Ahh sepertinya tidak Tuhan memberikan semua itu untuk ciptaanNya tapi dia yang tak menghargai kenikmatan Tuhan yang begitu indah. Bagaimana dia bisa melakukan hal yang serendah d...

HUJAN

Hujan adalah salah satu hal yang aku suka.. Kau tahu kenapa? Terkadang saat Hujan datang mereka tak tahu bahwa aku sedang menangis ya aku ingin duduk di derasnya air hujan agar seluruh semesta tak tahu bahwa aku sedang menangis. Hujan juga sering membawa kisah untuk ku baik itu kebahagiaan ataupun kesedihan, saat hujan aku merasa bahwa semesta pun sedang merasakan apa yang aku rasakan. Jika Rindu mungkin saat itu Hujan pun membawa Rinduku padanya ya pada dia yang sangat aku rindukan, sambil menari-nari aku bisa saja menangis ya aku selalu menangis saat aku berada di tengah lebatnya air hujan aku kuat tapi saat turun hujan sepertinya Semesta membisikan seluruh pengorbanan cinta, rindu dan doaku kedalam telinga ku kedalam pikiranku. Jakarta, 24 Mei 2016

Seseorang yang aku panggil Ibu

Jika aku berkata tentang Ibu apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Kasih Sayang? Cinta? Rasa Hormat? Surga? Ya Ibu adalah Gudang kasih sayang untuk sang buah hatinya seberapa pun umur putri dan putra kecil nya dia tetap menganggap kami ini adalah boneka indah yang ia terima dari Allah. Cinta? Ibu selalu memberikan rasa cintanya untuk semua anak-anaknya Saat kita sakit apa Ibu mengeluh tentang semua penyakit kita? Saat kita menangis apa Ibu selalu memarahi kebisingan tangisan kita? Ibu selalu berbohong saat kita merasa kelaparan dan seluruh makanan yang dia punya untuk dihabiskan untuk anak-anaknya. Tangannya yang selalu merapikan rambutku yang selalu berantakan. Tapi apa ketika Ibu sakit kita ada untuknya? Kita selalu saja mengeluh tentang penyakitnya kita tak pernah mengerti bagaimana bisa ia sakit bagaimana untuk tetap menjaga agar ia sehat. Tapi kenyataannya kita meninggalkan Ibu seorang diri tanpa kasih sayang dan tanpa pelukan Saat ibu menangis kita selalu...

Mimpi Menaiki Awan Bersama

Saat aku berjalan menuju senja Saat itu juga aku mulai bermimpi Mimpi yang menurut orang sangat sederhana Tapi sulit untuk ku gapai Saat jaraklah yang menjadi peran utama dalam alasan penghalang mimpiku! Apakah kita bisa menaiki awan besama? Bahkan pada saat kita di pisahkan oleh waktu, Memang kita tak bisa seperti mereka Yang mampu menaiki awan secara bersamaan Kita hanya dua manusia yang bisa bermimpi Tapi tidak untuk di wujudkan Apakah mimpi kita akan terwujud? Munkinkah kita bisa memahami keinginan Tuhan membatasi kita dengan jarak ini. Jarak yang menjadi penghalang mimpi yang sangat Sederhana ini. Apa salahku Tuhan? Sehingga waktu saja menjauhkan aku Dengan kebahagiaanku sendiri Waktu selalu saja membatasi ku untuk menaiki awan bersama mu Apa tak cukup aku bersabar? Apa tak cukup aku menghargai waktu? Tapi kenapa, kenapa, kenapa? Kenapa selalu aku Tuhan? Hembusan angin selalu bercerita tentang mu di sudut kota sana Maafkan diri ini yang sudah terkalahk...

Jejak Persahabatan Di Pulau Jawa

Gambar
Haii kenalkan nama aku Shinta Puspa Nirwana biasa dipanggil Shinta, aku terbiasa meninggalkan jejak ku saat aku berumur 15 Tahun saat itu aku masih duduk di Sekolah Kejuruan di Bogor.. Langsung saja aku ceritakan Bagaimana aku meninggalkan jejak kaki ku bersama semua Sahabat Terbaik ku.. Pertama kali aku meninggalkan jejak kaki ku yaitu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yaa Gunung Salak adalah gunung yang jarang di takluki oleh orang-orang seperti aku, sebut saja Kami Sembilan Rimbawan yang berusaha Survival dengan keadaan yang cukup menegangkan kami tidur di dalam Bivoac Alam yang terbuat dari pepohanan yang ada sekitar kami dan kami pun hanya tidur berasalaskan Tanah, perjalanan kami saat itu sangat seru dan saat kami harus makan makanan yang belum pernah kami makan yaitu Bekicot enak sekali itu adalah salah satu pengalaman Kami yang takkan bisa kami lupakan.. Jejak kaki ku terus melangkah dan berhenti di kaki gunung salak, saat itu aku merasa tertarik untuk bisa tur...